.
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bintaro menggelar Musyawarah Program Kerja untuk menyongsong tahun 2026. Kegiatan strategis ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu hingga Minggu (27-28 Desember 2025), bertempat di Villa Kapten, Cisarua, Puncak, Bogor.
Forum musyawarah ini menjadi momentum krusial bagi jajaran pengurus untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun berjalan serta merumuskan langkah taktis organisasi di masa mendatang.
Fokus pada Evaluasi dan Peningkatan Kompetensi
Agenda utama musyawarah ini menitikberatkan pada penyusunan dan penetapan kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026. Ketua PAC LDII Bintaro, Sholikin, S.E., memimpin langsung jalannya musyawarah yang dihadiri oleh seluruh pengurus harian.
Dalam proses penyusunannya, pengurus menggunakan pendekatan berbasis data dan evaluasi. Program-program di tahun 2025 yang dinilai belum berjalan optimal dikoreksi dan dievaluasi secara mendalam. Tujuannya adalah untuk memastikan kegiatan tersebut dapat dieksekusi kembali pada tahun 2026 dengan strategi yang lebih matang dan hasil yang lebih baik.
“Fokus kami bukan hanya sekadar menyusun jadwal, tetapi bagaimana PAC LDII Bintaro pada tahun 2026 memiliki kompetensi yang meningkat secara signifikan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Sholikin dalam sesi diskusi.
Sinergi Antar Generasi Pengurus
Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci organisasi yang menunjukkan soliditas internal LDII Bintaro. Hadir dalam kesempatan tersebut Dewan Penasihat PAC LDII Bintaro, Hendra Pramono, S.E., yang memberikan arahan strategis terkait visi jangka panjang organisasi.
Turut hadir pula Eka Widiasmara, S.H., M.Kn., Ketua PAC LDII Bintaro periode 2019–2023. Kehadiran Eka memberikan perspektif berkesinambungan (kontinuitas) dari kepengurusan sebelumnya, memastikan bahwa program kerja 2026 tetap selaras dengan pondasi yang telah dibangun, sekaligus beradaptasi dengan tantangan baru.
Mengenal Peran Strategis LDII
Bagi masyarakat yang belum familiar, LDII merupakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang berfokus pada dakwah yang sejuk, pembinaan karakter, dan pemberdayaan umat. Struktur PAC (Pimpinan Anak Cabang) seperti di Bintaro memegang peranan vital sebagai ujung tombak organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat kelurahan atau desa.
Melalui musyawarah kerja seperti ini, LDII memastikan bahwa setiap unit terkecil organisasinya beroperasi secara profesional, akuntabel, dan memberikan dampak positif nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Komitmen untuk Kontribusi Nyata
Hasil dari pertemuan di Cisarua ini diharapkan dapat melahirkan blueprint kegiatan 2026 yang lebih efektif. Dengan adanya koreksi dari kegiatan tahun 2025, PAC LDII Bintaro berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang tidak hanya bermanfaat bagi warga LDII, tetapi juga berkontribusi pada kemaslahatan masyarakat Bintaro secara umum.
Langkah ini menegaskan posisi LDII sebagai organisasi yang adaptif, terus belajar, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pelayanan umat.